Namun dulu disebutkan Eko, Stadion Gajayana belum seperti saat ini. Beberapa kali pemugaran juga dilakukan dari awal bentuknya yang hanya tampak konstruksi tribun yang rendah. Pemugaran terbesar di era Wali Kota Malang Kolonel Soegiyono yang menjabat dari tahun 1973 - 1983.
Dari pemugaran itu, Eko menyebut nama Stadion Gajayana baru muncul. Namun ia mengaku tak menemukan data nama awal stadion yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda di tahun 1924.
"Kalau nama saya belum menemukan datanya, nama Gajayana untuk Malang kan raja Gajayana dan situs Kanjuruhan tertua di Jawa Timur, peradaban Malang sudah sejak ada 760 M. Sudah peradaban maju sejak dahulu, mungkin itu kebanggaan juga," ucap dia.
BACA JUGA:
"Jadi Kanjuruhan ini kerajaan tertua di Jawa Timur, seumuran dengan Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat yang berdiri abad 7 - 8 masehi. Jadi mungkin untuk pelestarian akhirnya diabdikan dengan sebuah nama stadion itu," tambahnya.
BACA JUGA:
Tercatat sejak diresmikan beroperasi setidaknya ada sembilan tim sepakbola yang pernah bermarkas di Stadion Gajayana. Diawali dengan Voetbalbond Malang en Omstreken di tahun 1924 - 1928, Malangshce Voetbal Bond di tahun 1928 - 1934, dan Malangshce Voetbal Unie di tahun 1934 - 1952.
Selanjutnya ada tim PSIM Malang pada tahun 1934 - 1952, Persema Malang sejak tahun 1952, kemudian Arema Indonesia sejak tahun 1987. Disusul berikutnya tim Arema FC, Sumbersari FC mulai tahun 2018, nama terakhir merupakan tim yang berlaga di Liga 3 Regional Jawa Timur.
Di Stadion Gajayana ini pula, pernah menjadi saksi Arema menggenggam juara era Galatama XII musim kompetisi 1992 - 1993. Hingga sekarang, setidaknya Stadion Gajayana mampu menampung hingga 25.000 penonton sejak renovasi terakhir di 2008 lalu.
Kini meski tak lagi difungsikan sebagai kandang Arema FC lantaran sudah pindah homebase ke Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Stadion Gajayana masih digunakan sebagai arena latihan Arema FC dan menjadi perhelatan pertandingan sepakbola di tingkat Liga 3 dan kompetisi internal di Kota Malang.
Namun insiden tragedi Kanjuruhan membuat Arema FC kembali mengajukan Stadion Gajayana Malang untuk homebase. Pasalnya Stadion Kanjuruhan dinyatakan tidak layak dan bakal direnovasi usai tragedi menewaskan 135 nyawa.
Tetapi rencananya ini tampaknya tak berjalan, sebab Stadion Gajayana Malang bakal menjadi program prioritas renovasi stadion dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Rencana itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi, dimana renovasi stadion dianggarkan menelan biaya 200 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
(Fakhrizal Fakhri )