Saat itu Bung Karno hendak membaca surat dalam perjalanan dari istana ke lapangan terbang Kemayoran. Ternyata kacamatanya tertinggal di istana.
Suatu pagi Bung Karno jalan kaki mengelilingi istana. Dari arah kamar ajudan presiden, ia mendengar suara radio diputar keras.
BACA JUGA:
Ia bertanya kepada seorang pengawalnya, "Siapa itu yang nyetel radio keras-keras?" Polisi pengawal menjawab, bahwa radio itu ada di dalam kamar ajudan.
Sang presiden masuk ke ruang ajudan itu, dan berkata, "Kunnen jullie niet leven zonder radio?" (Tidak dapatkah kalian hidup tanpa radio [keras-keras]).
Kebetulan yang ada di ruang itu Kapten Andi Jusuf, yang dijadikan umpan oleh Gandhi dan Mangil.
(Nanda Aria)