Sebelum batik cap hadir pada awal 1970-an, usaha batik sangat maju. Banyak saudagar kaya, yang mempekerjakan setidaknya 100 orang setiap rumah. Selain para buruh, kehadiran batik cap juga memukul usaha-usaha pemintalan benang yang dikelola perorangan, juga sentra industri lurik di Pedan, Klaten.
BACA JUGA:
Namun semua gulung tikar. Orang juga tak mau lagi menjalankan usaha pembuatan benang dari kapas karena kalah murah dengan barang-barang keluaran pabrik modern. Padahal, dulu banyak orang menanam kapas di sepanjang tepian sungai. Namun itu masa lalu, sekarang degup jantung batik Laweyan mulai berdenyut kencang.
(Nanda Aria)