Jayabaya bukan hanya sosok yang tertarik pada kesastraan, namun juga dikenal para penduduknya sebagai raja yang mementingkan rakyatnya. Saat itu, pertanian, peternakan, dan perdagangan di masyarakat Kediri begitu maju pesat.
Raja Jayabaya menaruh perhatian khusus agar tiga sektor utama ini terus berjalan. Penduduk Kediri ada yang memelihara ulat sutra dan kapas, yang nantinya dua bahan ini akan dipintal menjadi kain sutra, yang menjadi komoditas sangat mahal kala itu.
Jayabaya juga tak main-main dalam menjaga keamanan. Meski tak ada hukuman badan di masa pemerintahannya, kondisi keamanan rakyatnya terjamin. Sebab, orang yang bersalah didenda keharusan membayar emas.
Adapun pencuri dan perampok yang bersalah langsung dihukum mati. Ketegasan yang dimiliki Jayabaya membuat Kerajaan Kediri aman dari aksi kejahatan, lantaran para perampok ciut.
Untuk perkawinan sebagaimana terekam dalam berita - berita Tionghoa, pihak keluarga perempuan menerima maskawin berupa sejumlah emas. Alat pembayaran adalah mata uang dari perak. Semua pihak berpendapat Prabu Jayabaya sangatlah bijak, kuat tirakatnya dalam mengemban tugas negara.