Semasa menjabat sebagai raja Majapahit, Hayam Wuruk selalu berusaha meningkatkan bidang pertanian dengan memperbaiki atau memelihara tanggul sepanjang sungai untuk mencegah banjir. Di samping itu, Hayam Wuruk pula memperbaiki jalan-jalan, jembatan, dan infrastruktur lain untuk memperlancar lalu lintas perdagangan.
Komoditas perdagangan Majapahit pada waktu itu adalah beras dan rempah-rempah, sebagaimana terdapat pada "Hitam Putih Mahapatih Gajah Mada" dari tulisan Sri Wintala Achmad. Sementara daerah-daerah pelabuhan seperti Canggu, Surabaya, Gresik, Sedayu, dan Tuban menjadi pusat perdagangan.
(Qur'anul Hidayat)