JAKARTA - Kualitas udara di Jakarta pagi ini Rabu (30/8/2023) masih menunjukkan dalam kategori tidak sehat. Adapun kualitas per pukul 08.52 WIB, Ibu Kota RI tersebut masih berada di peringkat kedua terburuk di dunia.
Dilansir dari laman pengukuran kualitas udara IQAir, indeks kualitas udara di DKI Jakarta tercatat di angka 170, berada di bawah kota Dhaka, Bangladesh dengan indeks 182.
Konsentrasi polutan tertinggi dalam udara di Jakarta hari ini PM 2,5 dengan nilai konsentrasi 92.8 mikogram per meter kubik. Sementara, konsentrasi tersebut sebesar 18.6 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.
Berdasarkan data di atas, kualitas udara di Jakarta masih tetap buruk, meskipun Pemprov DKI telah menerapkan kebijakan work from home (WFH) untuk 50 persen aparatur sipil negara (ASN) sejak 21 Agustus.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mengatasi polusi udara jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN pada 5-7 September 2023. Salah satunya dengan menerapkan work from home (WFH) untuk ASN dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk pelajar.