Lebih lanjut, Aam mengatakan, karhutla dalam satu tahun kejadian bencana telah mendekati total kejadian bencana hidrometeorologi basah khususnya longsor dan cuaca ekstrem.
“Dan kebakaran hutan dan lahan ini kalau misalkan kita lihat di kejadian bencana 1 tahun, jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan sekarang udah mulai melewati jumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah, kecuali banjir, banjir masih tetap mendominasi, tapi tanah longsor dan cuaca ekstrem sekarang sudah mulai didekati oleh kejadian kebakaran hutan dan lahan,” tuturnya.
“Nah, distribusi secara spasial, ini kita bisa lihat dominannya karhutla dan kekeringan meskipun kita masih punya banjir, tanah longsor di Aceh dan Halmahera, tetapi secara umum memang kondisi peak-nya kondisi puncak kemarau ini benar-benar sudah terasa,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )