Kelakar Mbah Ma'shum ke Kiai Bisri Mustofa saat Partai NU Dikalahkan Golkar pada Pemilu 1971

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Rabu 04 Oktober 2023 06:00 WIB
Kiai Masum Lasem (Foto: dok istimewa/Okezone)
Share :

 

JAKARTA - Ada banyak kiai dari Rembang yang terkenal, antara lain Kiai Ma’shum Ahmad dan Kiai Bisri Mustofa pada 1970-an.

Kiai Ma’shum Ahmad diperkirakan lahir pada 1868, pendiri Pesantren Al-Hidayah, Lasem, Rembang sekaligus salah satu penanda tangan pendirian NU di Surabaya pada 1926. Pesantren Lasem di bawah asuhan Mbah Ma’shum melahirkan ulama-ulama pesantren yang mumpuni dan kader-kader NU.

Sementara Kiai Bisri Mustofa dilahirkan di Rembang pada 1915 merupakan pendiri Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang; ulama dengan belasan karya kitab/buku -yang paling terkenal adalah tafsir dan terjemahan Alquran dalam bahasa Jawa, Tafsir al-Ibriz; aktivis partai (anggota Konstituante dari Partai NU); dan orator ulung.

Kedua tokoh ini, meskipun secara umur seperti ayah dan anak, berelasi layaknya sahabat. Uniknya, keduanya punya karakter dan sikap yang nyaris bertolak belakang, misalnya dalam menyikapi modernisasi.

Mbah Ma’shum hampir antiradio, sementara Kiai Bisri Mustofa bukan saja pendengar setia, tetapi juga penikmat musik-musik yang mengalun dari radio. Perbedaan semacam ini tak menyurutkan kehangatan hubungan para kiai pada waktu itu.

Kiai Masyhuri Malik, Ketua PBNU dan santri Mbah Ma’shum asal Batang, Jawa Tengah, yang mondok di Lasem pada 1969-1974, bercerita jika Mbah Ma’shum butuh teman bicara atau butuh hiburan, maka Kiai Bisri akan diundang untuk datang ke Lasem.

Jarak dari Leteh ke Lasem sekitar 15 kilometer. Alkisah, tidak lama setelah Pemilu 1971, Kiai Bisri sowan ke Lasem memenuhi panggilan sahabatnya itu.

“Mbah Ma’shum bertanya kepada Kiai Bisri mengapa NU dikalahkan Golkar?” demikian kisah Kiai Masyhuri Malik kepada saya dalam sebuah perbincangan dilansir NUOnline, Rabu (3/10/2023).

Pemilu 1971 dimenangkan oleh Golkar, organisasi politik baru yang sangat populer di masa itu. Secara legal, Golkar sebenarnya bukan partai politik meskipun menjadi peserta Pemilu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya