JAKARTA - Calon Presiden Ganjar Pranowo menjadi kandidat Calon Presiden yang paling digemari oleh generasi Z dalam sejumlah survei. Menurut Saidiman Ahmad, Peneliti dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Ganjar memiliki karakter dan personal yang cocok dengan mayoritas generasi Z.
“Secara personal memang objektif. Karakter Ganjar dilihat sangat mirip dengan karakter Pak Jokowi. Generasi Z ini memang ingin respons dari pemerintah mengenai beragam persoalan itu serius dan detail. Enggak ada sloganistik macam-macam,” ujar Saidiman.
BACA JUGA:
Survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas pada awal Oktober merekam bahwa elektabilitas yang dimiliki oleh Ganjar Pranowo di kalangan gen Z atau mereka yang masuk dalam rentang 17-25 tahun berada pada posisi pertama dengan elektabilitas sebesar 31 persen. Lebih tinggi dibandingkan Prabowo Subianto yang mencatat elektabilitas sebesar 28 persen, dan Anies Baswedan yang hanya memperoleh 8,2 persen suara responden gen Z.
Menurut Saidiman, Ganjar memiliki keunggulan dikarenakan dia sangat aktif di media sosial (medsos). Di beragam platform medsos, Ganjar dengan rutin mengunggah aktifitas sehari-harinya yang kadang kali memang tidak berkaitan dengan dunia politik. Hal tersebut cenderung disukai oleh pemilih gen Z.
BACA JUGA:
“Semisal lari-lari pagi. Bagi sejumlah orang, hal tersebut biasa saja. Namun hal tersebut dilihat oleh generasi Z sebagai tanda bahwa dia bisa berkomunikasi dengan siapapun dan dijawab secara spontan. Itu juga penting, membangun kualitas personal dari capres-capres, yang selain dia (Ganjar), terlihat fit misalnya,” ucap Saidiman.
Faktor dari Presiden RI Joko Widodo juga mempengaruhi tingkat keterpilihan Ganjar Pranowo di kalangan gen Z. Menurut Saidiman, mayoritas dari gen Z puas dengan kinerja dari pemerintahan Joko Widodo.
“Mereka (gen Z) lebih banyak memberi apresiasi dan menginginkan agar pemerintahan kedepannya akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi. Umumnya, mereka melihat bahwa Ganjar Pranowo sebagai pelanjut dari Pak Jokowi,” jelas Saidiman.