NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Senin (9/10/2023) mengatakan setidaknya 11 warga AS tewas di Israel setelah Hamas melancarkan serangan ke negara itu.
Dalam pengarahan dengan wartawan di saat yang sama, seorang pejabat senior pertahanan AS menuduh Hamas melakukan "kebiadaban setingkat ISIS" dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Identitas mereka yang tewas belum diumumkan oleh para pejabat. Biden mengatakan "kemungkinan besar" beberapa warga AS termasuk di antara sandera yang ditahan oleh Hamas.
“Keluarga-keluarga ini terkoyak oleh kebencian dan kekerasan yang tidak dapat dimaafkan,” kata Biden dalam pernyataan tertulisnya, dikutip BBC,
Dia menambahkan jumlah korban tewas dari sembilan menjadi 11 orang.
Selain itu, Biden mengatakan bahwa AS mengerahkan para ahli untuk membantu Israel menemukan para sandera, dan berbagi informasi intelijen.
Washington juga meningkatkan dukungan dalam bentuk pertahanan udara dan amunisi.