Perang Israel-Hamas Tewaskan 11 Warga AS, Joe Biden Kerahkan Semua Bantuan

Susi Susanti, Jurnalis
Selasa 10 Oktober 2023 11:11 WIB
11 warga AS tewas dalam perang Israel-Hamas (Foto: AFP)
Share :

NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Senin (9/10/2023) mengatakan setidaknya 11 warga AS tewas di Israel setelah Hamas melancarkan serangan ke negara itu.

Dalam pengarahan dengan wartawan di saat yang sama, seorang pejabat senior pertahanan AS menuduh Hamas melakukan "kebiadaban setingkat ISIS" dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Identitas mereka yang tewas belum diumumkan oleh para pejabat. Biden mengatakan "kemungkinan besar" beberapa warga AS termasuk di antara sandera yang ditahan oleh Hamas.

“Keluarga-keluarga ini terkoyak oleh kebencian dan kekerasan yang tidak dapat dimaafkan,” kata Biden dalam pernyataan tertulisnya, dikutip BBC,

Dia menambahkan jumlah korban tewas dari sembilan menjadi 11 orang.

Selain itu, Biden mengatakan bahwa AS mengerahkan para ahli untuk membantu Israel menemukan para sandera, dan berbagi informasi intelijen.

Washington juga meningkatkan dukungan dalam bentuk pertahanan udara dan amunisi.

Israel mengatakan sekitar 900 orang telah terbunuh dan 100 orang diculik sejak militan Hamas melancarkan serangan mendadak pada Sabtu (7/10/2023) dini hari.

Di Gaza, hampir 500 orang tewas akibat serangan udara balasan Israel.

Rincian lebih lanjut muncul mengenai warga Amerika dan Kanada yang terjebak dalam pembantaian tersebut.

Di antara mereka yang hilang adalah Hersh Golberg-Polin, warga negara Amerika-Israel berusia 23 tahun, yang berada di sebuah festival musik di gurun yang diserang oleh militan.

Orang tuanya mengatakan kepada Jerusalem Post bahwa mereka menerima dua pesan darinya, berbunyi "Aku mencintaimu" dan "Aku minta maaf".

“Kami hanya ingin dia selamat,” kata Jonathan Polin, ayahnya.

Tentara lain dengan kewarganegaraan ganda AS-Israel, Itay Chen, dilaporkan hilang dalam tugas sejak Sabtu (7/10/2023).

Ayahnya, Ruby Chen, mengatakan kepada CNN bahwa dia telah meminta bantuan Departemen Luar Negeri untuk menemukan putranya. Namun yakin bahwa AS "mengambil posisi belakang" dalam penyelidikan tersebut. Dia menambahkan bahwa asumsi yang masuk akal adalah bahwa putranya dibawa ke Gaza.

Ilan Troen, seorang profesor di Universitas Brandeis di Massachusetts, mengatakan bahwa putrinya Deborah Matias, 50 dan suaminya Shlomi, terbunuh ketika pejuang Hamas menyerang komunitas mereka di Israel selatan.

Troen mengatakan kepada CBS, mitra BBC di AS, bahwa putrinya meninggal saat melindungi anak mereka, Roten.

“Mereka memastikan untuk menimpanya dan dengan demikian menyelamatkan nyawanya,” katanya.

"Meski peluru benar-benar masuk ke perutnya, tapi dia selamat,” ujarnya.

Di Facebook, penduduk asli Cincinnati dan penduduk lama Israel Hannah Katsman mengatakan bahwa putranya Hayim Katsman terbunuh di kibbutz dekat perbatasan dengan Gaza.

Katsman, seorang akademisi yang berspesialisasi dalam studi Israel, adalah lulusan Universitas Washington.

Warga negara AS lainnya yang tinggal di Israel, Abbey Onn, mengatakan kepada MSNBC bahwa lima anggota keluarganya disandera. Pada Sabtu (7/10/2023), dia menerima pesan WhatsApp dari keluarganya bahwa pejuang Hamas berada di rumah mereka di Nir Oz dekat Gaza.

Dia kemudian melihat salah satu kerabatnya, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, dalam sebuah video yang diposting online.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya