Banyak peserta acara membawa gambar Noa Argamani, seorang wanita Israel yang telah diculik oleh militan Hamas. Selain itu, ada yang mengibarkan bendera Israel dan spanduk yang menunjukkan dukungan terhadap Israel.
Hamas melancarkan serangan di wilayah dekat perbatasan Gaza pada Sabtu, (7/10/2023) menandai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya selama beberapa dekade konflik berkecamuk antara Israel dan Palestina. Sebagai tanggapan, Israel merespons dengan serangkaian serangan udara yang menghancurkan wilayah tersebut.
Hamas mengancam akan membunuh seorang warga sipil Israel yang ditahan oleh mereka setiap kali Israel menargetkan warga sipil Palestina di Gaza "tanpa memberikan peringatan sebelumnya". Ancaman ini disampaikan oleh juru bicara sayap bersenjata Hamas, Abu Obeida, dalam pesan audio yang dirilis pada Senin malam.
Menteri Luar Negeri Israel, Eli Cohen, memberikan peringatan kepada Hamas, menekankan agar mereka tidak melukai salah satu dari sandera mereka. Ia mengatakan, "Kejahatan perang ini tidak akan mendapatkan pengampunan."
Lebih dari 1.200 orang telah dikonfirmasi tewas termasuk puluhan warga asing, sementara ribuan lainnya luka-luka dalam kekerasan yang terjadi sejak Sabtu.
(Rahman Asmardika)