Haryati pun dengan tergesa-gesa menemui Soekarno di belakang Istana. Saat itu Soekarno tengah bersama Bambang Wijanarko selaku ajudan presiden serta Pak Gofur.
Itulah kali pertama Soekarno dan Haryati saling mengenal. Sehingga dapat dipastikan tidak ada jasa atau campur tangan Presiden Filipina.
Namun, dalam buku karya Andi Setiadi yang berjudul Hidup dan Perjuangan Soekarno Bapak Bangsa dijelaskan bahwa Soekarno pertama kali bertemu dengan Haryati secara tidak sengaja.
Momen tersebut terjadi di Istana Tampaksiring, Bali, saat Presiden Filipina, Diosdado Macapagal berkunjung ke Indonesia. Kala itu, Haryati yang sudah bekerja di Istana menjadi penari dalam jamuan tersebut.
Dari pertemuan itulah akhirnya muncul benih-benih cinta di antara Soekarno dan Haryati. Hingga akhirnya kedua insan ini menikah pada 21 Mei 1964 dengan mahar sebesar lima ribu rupiah.
Sayangnya, Soekarno memilih untuk tidak mengumumkan pernikahannya dengan Haryati kepada masyarakat Indonesia. Kendati demikian, Soekarno tampak begitu mencintai Haryati. Hal tersebut diketahui dari surat-surat yang ia kirimkan untuk Haryati.
Demikian informasi mengenai apakah benar ada jasa Presiden Filipina di kisah cinta Soekarno dengan Haryati?
(Hafid Fuad)