Peristiwa 12 Oktober: Hari Museum Indonesia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Kamis 12 Oktober 2023 04:00 WIB
Museum Gajah (Foto: MPI)
Share :

Baru setahun dalam pengasingannya di Batavia, Raja Ratu Agung Agung Gede Ngurah Karangasem akhirnya meninggal dunia. Menurut sejumlah sumber sejarah, jenazahnya dimakamkan di Karet.

Selain Patung Raja Lombok dan Nenek Moyang hasil kebudayaan Masyarakat Tanimbar, di Museum Nasional masih memiliki banyak koleksi lain, termasuk prasasti. Prasasti-prasasti di Museum Nasional tak hanya bernilai sejarah, tetapi juga memiliki bentuk unik.

Ada tiga prasati Mulawarmman di Museum Nasional dengan bentuk yang berbeda. Namun, ketiga prasasti berupa batu dan sama-sama ditemukan pada awal tahun 5 Masehi. Dua prasasti ujungnya terlihat runcing dan satu lainnya pipih. Berikut prasasti-prasasti unik di Museum Nasional:

Prasasti Baru

Patung berbentuk prisma ini berisi tentang penganugerahan desa Baru sebagai daerah otonom oleh Sri Mahakramattunggadewa. Prasasti ini berasal dari Surabaya, Jawa Timur dan ditemukan tahun 1030 Masehi. Isi pesan dalam prasasti ini diukir dalam huruf dan bahasa Jawa kuno.

Prasasti Tumpang

Prasasti ini berasal dari daerah Tumpang, Malang, Jawa Timur. Keunikannya, prasasti ini cukup besar dan menggunakan isi pesan berhuruf tipe Kadiri, serta bahasa Jawa kuno. Prasasti ini ditemukan pada tahun 1179 Masehi.

Prasasti Tulang Air

Prasasti berbentuk seperti nisan makam ini berasal dari Candi Perot, Temanggung, Jawa Tengah. Prasasti yang isi pesannya menggunakan bahasa dan huruf Jawa kuno ini ditemukan pada 851 Masehi.

Prasasti Getas

Prasasti ini berbentuk dan berwarna sangat unik. Bentuknya persegi panjang, namun tidak rata pada sisinya dan berwarna cream pucat. Prasasti ini berasal dari Getas, Ngawi, Jawa Timur. Sama seperti prasasti sebelumnya, isi pesan yang terukir pada Prasasti Getas juga menggunakan bahasa dan huruf Jawa kuno. Prasasti Getas ini ditemukan pada 1317.

Prasasti Kawambang Kulwan

Prasasti ini berisi tentang peresmian desa Kawambang Kulwan menjadi daerah otonom untuk keperluan bangunan suci. Selain itu, ada penyebutan kitab Siwasasana, yaitu kitab hukum untuk para pendeta Siwa. Prasasti yang berasal dari Sendang Kamal, Maospati, Jawa Timur ini menggunakan bahasa dan huruf Jawa kuno.

Prasasti-prasasti tersebut bisa Anda jumpai di Ruang Arca Museum Nasional. Sebagian besar prasasti berada di halaman bersama arca-arca yang juga sangat unik.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya