PERTEMUAN Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dengan Presiden Soekarno tanpa seizin Soeharto ini memancing kecurigaan di kalangan Angkatan Darat. Peristiwa itu pun jadi awal mula perseteruan terpendam keduanya.
Sarwo Edhie menemui Soekarno dengan helikopter kepresidenan Sikorsky S-61 untuk membahas peristiwa pembunuhan jenderal-jenderal TNI pada September 1965. Saat itu, Sarwo Edhie bergegas terbang ke Bogor saat Laksamana Muda Sri Mulyono Herlambang dan Komodor Dewanto mengabari bahwa Soekarno sudah berada di Bogor.
Kecurigaan Soeharto bertambah sebab Sarwo terbang bersama perwira Angkatan Udara yang ditengarai dekat dengan PKI.
Letnan Kolonel Ali Moertopo melaporkan kejadian itu kepada Soeharto untuk diwaspadai. "Mengapa dia bergegas ke Bogor? Untuk apa?" kata Ali.