JAKARTA - Presiden Soeharto pernah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Yitzak Rabin. Pertemuan rahasia itu terjadi pada 16 Oktober 1993.
Diketahui, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Indonesia pun secara konsisten mendukung penuh kedaulatan Palestina.
Melansir BBC Indonesia, pertemuan Soeharto dan PM Israel Rabin digelar secara rahasia di Jalan Cendana, Jakarta. Pertemuan ini dilatarbelakangi keinginan Israel untuk membuka hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Indonesia.
"Hanya berlangsung kira-kira satu setengah jam', ucap Letjen TNI (purnawirawan) Rais Abin, mantan Panglima pasukan perdamaian PBB di Timur Tengah, mengutip BBC Indonesia, Selasa (17/10/2023).
Sejumlah laporan menyebutkan Rabin menemui Suharto setelah lawatannya ke Cina kemudian terbang ke Singapura dan kemudian ke Jakarta. "Diantarkan sendiri ke rumahnya, dan kemudian diberangkatkan lagi."
Rabin menjelaskan kedatangan Rabin ke Jakarta untuk melunakkan Indonesia agar bersedia membuka hubungan diplomatik dan perdagangan.
"Mereka berusaha mendekati kita, apalagi setelah kita (Indonesia) membeli pesawat Skyhawk."
Pertemuan Suharto-Rabin digelar tiga pekan setelah pemimpin PLO, Yaser Arafat, berkunjung ke Indonesia.
Setahun kemudian ada upaya lanjutan pertemuan antara asosiasi resmi bisnis Israel ke Indonesia yang kemudian ditindaklanjuti dalam pertemuan lebih teknis.
Melansir arsip pemberitaan Okezone, Soeharto pernah menugaskan Leonardus Benyamin (LB) Benny Moerdani, untuk menjalankan operasi pesawat bekas A-4E Skyhawk dari Israel.
Operasi yang dijalankannya itu sangat rahasia karena Indonesia tak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Ia ditugaskan langsung oleh Soeharto dengan nama sandi Operasi Alpha, diambil dari huruf depan pesawat.
Dikutip dari buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap, pada 1979, Benny melakukan operasi rahasia membeli 32 pesawat tempur bekas A-4E Skyhawk milik Israel.
Benny mengancam jika misi operasi rahasia ini gagal, maka seluruh kewarganegaraan anggota yang ikut misi tersebut tidak akan diakui. Itu juga tertuang dalam buku bekas Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Purna wirawan Ashadi Tjahjadi, Loyalitas Tanpa Pamrih.
"Yang ragu-ragu silakan kembali sekarang," kata Ashadi dalam bukunya, mengutip pernyataan Benny.