Kunjungan dua hari Lavrov ini merupakan kelanjutan dari kunjungan Kim selama berhari-hari ke Rusia pada September lalu. Kunjungan Kim ini menjadi perjalanan pertama ke luar negeri sejak pandemi ketika Kim bertemu dengan Putin untuk membahas “kemungkinan” kerja sama militer.
Sebelumnya pada Juli lalu, menteri pertahanan Rusia juga mengunjungi Korea Utara dan diperlihatkan senjata terbaru negara tersebut, termasuk rudal balistik antarbenua Hwasong.
Namun Washington telah memperingatkan bahwa Moskow membeli senjata dari Pyongyang untuk perang melawan Ukraina, dan mengatakan bantuan apa pun dari Korea Utara akan melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pada Jumat (13/10/2023), AS merilis informasi intelijen dan bukti, yang menurut mereka menunjukkan transfer amunisi dan artileri telah dimulai.
Citra satelit menunjukkan 300 kontainer telah dikirim dari pelabuhan Nanjin di Korea Utara ke Dunay di pantai timur Rusia pada awal September lalu, dan kemudian diangkut ke gudang militer dekat Tikhoretsk, dekat perbatasan Ukraina.
Para ahli sebelumnya mengatakan kepada BBC jika Moskow tertarik pada senjata Korea Utara karena kompatibilitasnya dengan sistem senjata Rusia.