Filosofi dasar gerakan zionis telah ada selama ratusan tahun. Sementara itu, zionisme modern secara resmi berakar pada akhir abad ke-19. Waktu itu, orang-orang Yahudi di seluruh dunia menghadapi pertumbuhan anti-semitisme.
Pada tahun itu, ada ketegangan antara orang Yahudi dan Eropa sehingga memicu gerakan Zionisme. Dalam sebuah insiden di tahun 1894, seorang perwira Yahudi di tentara Perancis bernama Alfred Dreyfus, dituduh palsu dan dihukum karena pengkhianatan. Peristiwa ini, yang kemudian dikenal sebagai “Perselingkuhan Dreyfus,” memicu kemarahan orang-orang Yahudi dan banyak lainnya.
Orang-orang Yahudi yang teraniaya berjuang menyelamatkan identitas mereka. Gagasan kembali ke tanah air mereka dan memulihkan budaya Yahudi muncul kembali. Zionisme modern secara resmi didirikan sebagai organisasi politik oleh Theodor Herzl pada tahun 1897.