Peristiwa Hari Ini: HUT ke-78 Tahun Brimob dan Sejarah Terbentuk Korps Walet Hitam

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Selasa 14 November 2023 04:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)
Share :

JAKARTA - Korps Brigade Mobil Kepolisian Negara Republik Indonesia (Brimob Polri) akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-78 pada hari ini, Selasa (14/11/2023).

Brimob merupakan kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Koprs Bhayangkara.

Sejumlah tugas utama dari Brimob adalah penanganan terorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi.

Kemudian, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera, dan penjinakan bom (EOD). Brimob juga bersifat sebagai komponen besar di dalam Polri yang dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas anti-separatis dan anti-pemberontakan, sering kali bersamaan dengan operasi militer. Korps Brimob tergolong sebagai "Unit Taktis Polisi".

Satuan Brimob dibentuk pada era Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno dan sudah memiliki sejumlah kemampuan khusus dari para polisi lainnya.

Kala itu, pemerintah militer Jepang membentuk tenaga cadangan yang dapat digerakkan dengan cepat dan memiliki mobilitas tinggi. Kemudian, lahirlah Tokubetsu Keisatsutai pada April 1944. Cikal bakal Brimob Polri.

Satuannya beranggotakan polisi muda yang didirikan di setiap Karesidenan seluruh Jawa, Madura, dan Sumatera. Persenjataan yang dimiliki Tokubetsu lebih lengkap dibanding polisi biasa.

Setiap calon anggotanya mendapatkan pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang, sehingga Tokubetsu Keisatsutai adalah pasukan polisi yang terlatih, disipin dan terorganisir.

Pada akhir 1944 dibentuk satuan Tokubetsu Keisatsutai dengan kekuatan satu Kompi yang beranggotakan antara 60-200 orang pada setiap Karesidenan. Hingga akhirnya, ketika Jepang menyerah kepada sekutu, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Masa penggemblengan Tokubetsu Keisatsutai pun berakhir. Namun, para Anggota Tokubetsi Keisatsutai bahu membahu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia bersama dengan rakyat.

Seluruh satuan semimiliter dan militer di Indonesia dibubarkan. Tokubetsu Keisatsutai menjadi satu-satunya kesatuan yang masih boleh memegang senjata.

Hal ini yang menempatkan anggota Tokubetsu Keisatsutai menjadi pioner dalam perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi I, Mohammad Jasin membacakan teks Proklamasi dari Pasukan Polisi Istimewa yang berbunyi,“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia“.

Polisi Istimewa kemudian menyebarluaskan teks Proklamasi tersebut dengan cara ditempelkan di tempat-tempat yang ramai dan dapat dibaca orang. Selain menempelkan teks Proklamasi Kepolisian, mereka juga menempelkan teks Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya