Negara Sedang Something Wrong, Guntur Soekarno Ajak Berjuang Menangkan Ganjar-Mahfud

Felldy Utama, Jurnalis
Kamis 16 November 2023 18:15 WIB
Ganjar-Mahfud/Foto: MPI
Share :

 

JAKARTA - Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI, Guntur Soekarnoputra mengajak kaum patriotik untuk berjuang memenangkan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2024. Guntur mengungkap ada hal yang menjadi dasar persoalannya.

"Marilah kita kaum patriotik, terutama kaum patriotik Sukarnois, dengan geraham gemeretak laksana “banteng ketaton” terus berjuang menjadikan Ganjar Pranowo sebagai Presiden dan Mahfud MD sebagai Wakil Presiden," tulis Guntur dalam opininya di salah satu media, Kamis (16/11/2023).

Dalam opini itu, Guntur menuliskan jika beberapa waktu lalu dirinya pernah mengutarakan pendapat mengenai kondisi/peta sosial politik pasca-Pemilu 2024 yang akan datang, yaitu garis besarnya PDI Perjuangan sebaiknya melalui suatu kongres luar biasa (KLB) mengubah struktur organisasinya dengan menempatkan Jokowi yang sudah selesai tugas kepresidenannya tidak menganggur di Kota Solo sebagai warga biasa, melainkan justru ditetapkan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, menggantikan Megawati Soekarnoputri yang saat itu memasuki usia ke-77 tahun.

"Sangatlah bijak bila Megawati Soekarnoputri diberi posisi strategis sebagai Ketua Dewan Pembina PDI Perjuangan dengan tetap mempunyai hak prerogatif sebagaimana semula," tulisnya

Pendapat Guntur itu ternyata viral di dunia sosial politik kini “rungkad” (berantakan) karena timbulnya masalah menyangkut putra-putra Jokowi, yakni Gibran Rakabuming Raka bahkan Kaesang Pangarep.

"Yang satu urusan menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari calon presiden (capres) Prabowo Subianto, yang lainnya “ujug-ujug” diangkat menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI)," katanya.

Kejadian di atas membuat kalangan politisi, tokoh-tokoh partai dan lain-lain menjadi bingung, tidak tahu harus berbuat apa, termasuk senior-seniornya, kecuali PDI Perjuangan yang tampaknya siap menghadapi situasi apa pun.

Bagi Guntur, kejadian itu membuat terkejut, karena tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2023 yang lalu dia bertemu dengan Jokowi dan menanyakan perihal kebenaran berita-berita tersebut, terutama mengenai pendirian politik Jokowi apakah masih konsisten seperti semula ketika bertemu beberapa tahun lalu, yaitu tetap mendukung Ganjar Pranowo untuk menjadi presiden.

Agar meneruskan pekerjaan-pekerjaan yang sudah dikerjakan dan rencana-rencana yang sudah dibuat oleh Jokowi, antara lain pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), hilirisasi, dan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Mengenai putra-putranya, Gibran dan Kaesang, tidak disebut-sebut (tidak diutarakan) oleh Jokowi," ungkapnya.

Guntur pun mencoba menghubungkan dengan kondisi saat ini dengan menarik sebuah kesimpulan.

"Memang sedang terjadi something wrong (sesuatu yang salah) dan ini adalah fakta, bukan sekadar ilusi atau situasi yang digoreng oleh kalangan anti-Jokowi," kata Guntur.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya