Pengepungan RS Al-Shifa di Gaza, Diakhiri dengan Penetrasi

Opini, Jurnalis
Jum'at 17 November 2023 20:01 WIB
Mantan Direktur Pencegahan dan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Irjen Pol (Purn) Hamidin Aji Amin (Foto: Istimewa/Okezone)
Share :

Sebaliknya apa tanggapan Hamas?

Hamas pada Rabu (15/11/2023) justru secara terang-terangan menyalahkan Amerika Serikat (AS) karena telah memberikan 'lampu hijau' kepada Israel untuk menyerang rumah sakit terbesar di Gaza itu. Kelompok Palestina mengatakan Presiden AS Joe Biden sepenuhnya harus bertanggung jawab atas serangan Israel terhadap Rumah Sakit al-Shifa. Tuduhan itu muncul sehari setelah Gedung Putih mengatakan sumber-sumber intelijen AS menguatkan klaim Israel bahwa Hamas telah mengubur pusat operasional di bawah rumah sakit.

Hamas membantah telah melancarkan operasi militer dari rumah sakit mana pun di wilayah berpenduduk 2,3 juta orang tersebut. Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka tidak mendukung serangan terhadap rumah sakit dari udara dan tidak ingin melihat baku tembak di rumah sakit.

Bagaimana tanggapan Israel?

Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Peter Lerner mengatakan kepada CNN bahwa rumah sakit dan kompleks tersebut bagi Hamas adalah ‘pusat operasi mereka, bahkan mungkin jantung yang berdetak dan bahkan mungkin pusat gravitasi’.

Israel mengatakan juga dalam pernyataannya pada Rabu (15/11/2023) bahwa mereka telah memberikan waktu 12 jam kepada otoritas Gaza untuk menghentikan aktivitas militer di dalam rumah sakit tersebut. “Sayangnya, hal itu tidak pernah terjadi,” katanya.

Meskipun militer Israel mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa pasukannya telah menyediakan inkubator dan makanan bayi untuk al-Shifa, namun masih dipertanyakan, Orang-orang telah menunjukkan bahwa rumah sakit membutuhkan listrik, yang diputus oleh Israel, bukan inkubator.

Tamer Qarmout, asisten profesor kebijakan publik di Institut Studi Pascasarjana Doha, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan al-Shifa adalah bagian dari proyek yang lebih besar untuk “pengusiran paksa terhadap siapa pun yang tersisa di Gaza utara”.

Dengan persediaan makanan dan air yang sudah hampir habis, penghancuran pusat medis adalah taktik untuk mengosongkan wilayah utara.

Inilah akhir rangkaian operasi militer Israel terhadap militan Hamas. Semula rumah sakit dikepung pasukan, bahan bakar, air bersih, makanan dan listrik telah dilumpuhkan. Akhirnya rumah sakitpun dihajar tanpa ampun, ini semua semata-mata dilakukan untuk membuat Hamas bertekuk lutut. Akankah pelanggaran hukum humaniter dan Ham tersebut akan berlanjut? Entahlah yang jelas Israel dan Hamas keduanya telah membunuh ribuan umat manusia sebagai syuhada. Banyak yang telah mengecamnya.

Akankah Israel sadar bahwa dunia ini perlu kedamaian. Ibu menlu kita telah mewakili kita semua untuk menyerukan penghentian perang, membangun kedamaian di muka bumi. Ayo kita berdoa semoga semuanya cepat berakhir. Kami Indonesia adalah negara yang damai.

رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

Rabbij'al hâdzâ baladan âminan warzuq ahlahû minats tsamarâti man âmana minhum billâhi wal yaumil âkhir

Mantan Direktur Pencegahan dan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Irjen Pol (Purn) Hamidin Aji Amin

 

Pengamat Terorisme

 

 

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya