JAKARTA - Pembangunan Puskesmas atau Pusat Kesehatan Masyarakat (Pustu) menjadi salah satu program dari pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo - Mahfud MD.
Pasangan capres-cawapres 2024 yang diusung Partai Perindo ini, akan membangun 49.344 Puskesmas atau Pustu di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dan perbatasan.
Untuk merealisasikan program ini, Ganjar-Mahfud akan menyiapkan anggaran pertahun Rp90,5 triliun yang diambil dari APBN 2024 sebesar 3 persen.
"Pembangunan 49.344 Puskesmas Kelas C/Pustu Desa sampai dengan 2029 Rp83,9 triliun. 2,54 persen dari APBN 2024. Biaya pembangunan Rp8,5 miliar per pustu," tulis Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/11/2023).
Selain fasilitas kesehatan, Ganjar-Mahfud juga menyiapkan gaji para dokter sebesar Rp7,5 juta.
"Gaji Rp7,5 juta untuk 74.006 dokter (seluruh puskesmas dan pustu saat ini yang tidak memiliki dokter serta seluruh pustu yang akan dibangun)," katanya.
Program ini pun diyakini bisa terealisasi mengingat pengalaman Ganjar Pranowo yang sukses membangun 71 puskesmas selama menjabat Gubernur Jawa Tengah.
"Provinsi Jawa Tengah mengucurkan bantuan keuangan Puskesmas sebesar Rp161.078.692.803 pada tahun 2013-2020," tandasnya.
Sebelumnya, TPN Ganjar-Mahfud mencatat, saat ini hanya 12,78 persen desa yang memiliki akses ke puskesmas. Sedangkan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Pustu) hanya di 31,24 persen total desa.
Selain itu, hanya tersedia 120.000 dokter untuk 270 juta penduduk di Indonesia. Sehingga, diperkirakan masih kurang 150.000 dokter.
Melalui program ini, diharapkan dapat memberikan akses kesehatan kepada 11 ribu desa tertinggal dan sangat tertinggal.
"Diharapkan program ini dapat menanggulangi masalah rendahnya rasio dokter per 1000 penduduk di Indonesia yang mash di bawah standar, ditambah kondisi dengan hanya 5,5 persen desa di Indonesia yang memiliki puskesmas," katanya.
(Fakhrizal Fakhri )