Akhiri Hidup secara Tragis, Guru di Malang Sayat Tangan Ditemani Anak dan Istri Minum Racun

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2023 17:05 WIB
TKP sekeluarga bunuh diri di Malang (Foto: MPI)
Share :

MALANG - Satu dari tiga orang sekeluarga yang tewas di Malang merupakan seorang guru sekolah dasar negeri (SDN). Ia adalah Wahaf Efendi yang tinggal di Gang Sunan Drajad RT 3 RW 10, Dusun Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Wahaf Efendi tinggal bersama seorang istri dan kedua anak perempuan kembarnya berinisial K dan R. Tiga orang itu kecuali K, tewas dengan tragis ditemukan tetangga di rumahnya, pada Selasa pagi (12/12/2023) sekitar pukul 08.00 WIB. Ibu dan anak berinisial R diduga tewas meminum racun, sedangkan Wahaf tewas akibat luka sayatan di pergelangan tangannya.

Iswahyudi, tetangga korban mengungkapkan, Wahaf Efendi diketahui merupakan guru SDN 3 Sukun, yang berstatus P3K. Wahaf ditemukan tetangga tergeletak sekarat dan kejang-kejang karena luka sayatan di kamar rumah belakang rumah yang dikontraknya, sedangkan istri dan anak perempuan satunya berinisial R, tewas tragis diduga meminum racun.

"Pak Wahaf ini ditemukan masih hidup, kejang-kejang di lantai, ada sayatan tangan kirinya, sayatannya putus nadinya, ada empat sayatan, tiga sayatan kecil, satu sayatan besar," ucap Iswahyudi, ditemui MPI di rumahnya tak jauh dari kediaman korban.

Tak jauh dari lokasi korban tergeletak, ia menemukan pisau dapur berukuran panjang sekitar 20 sentimeter yang sudah diamankan polisi. Dugaannya pisau itu digunakan untuk menyayat lengan pria yang berprofesi sebagai guru SDN ini.

"Beliau guru SD sehari-harinya, sama orang-orang sini baik, ramah, dan bersosialisasi juga sama tetangga-tetangga sini," ucapnya.

Di sisi lain, Doddy Wokanubun selaku saudara sepupu korban menjelaskan, bila ia dan warga sempat membawa Wahaf ke RS dr. Moenir Lanud Abdulrahman Saleh Malang. Tetapi setibanya di rumah sakit, nyawa Wahaf dinyatakan tak selamat.

"Begitu kejadian nemenin Pak Wahaf nemenin ke rumah sakit. Posisinya sudah nggak sadar, keterangan dokternya sampai UGD urat nadinya putus, sudah kehabisan darah. Tadi dibawa mobil ambulan, terus saya nyusul ke RS Moenir, meninggal jam 08.50 dari keterangan dokter, terus dibawa ke RSSA Malang," ucap Doddy.

Keterangan tetangga dan keluarga dekat korban dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat seusai olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi luar jasad.

"Korban dalam Pak Wahaf Efendi itu dalam keadaan tangannya mengeluarkan darah, lukanya cukup dalam akibat sayatan, langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, singkat cerita informasi meninggal di rumah sakit," kata Gandha.

Polisi mengamankan sebilah pisau yang diduga dijadikan alat untuk melakukan bunuh diri menyayat pergelangan tangannya. Pisau itu merupakan jenis pisau dapur berukuran panjang kurang lebih 15 sentimeter.

"Pisau kurang lebih 15 cm luka sayatnya yang dalam itu ada satu besar, kemudian yang kecil ada satu tangan sebelah kanan," kata Gandha kembali.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya