BEKASI - YH (36) pelaku penganiyaan terhadap istrinya R (35) secara sadis di Kabupten Bekasi, akhirnya menyerahkan diri kepolisi. Pelaku menyerahkan diri, Rabu (13/12/2023) sekira jam 01.30 WIB.
"Ya, setelah kita lakukan pencarian mungkin pelaku dengan lagi di cari polisi jadi dia (pelaku) menyerahkan diri," ujar Kanitreskrim Polsek Cibarusah Iptu Iskandar saat di konfirmasi, Kamis (14/12/2023).
BACA JUGA:
Sementara pihaknya belum me mberikan secara detail terkait kasus KDRT tersebut. Namun, Iskandar menyebut, polisi masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.
"Lebih jelasnya nanti ya, soalnya pelaku sedang dilakukan penyelidikan di Polsek," imbuhnya.
BACA JUGA:
Sebelumnya diberitakan, seorang pria berinisial YH (36) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tega menganiaya istrinya secara sadis menggunakan senjata tajam jenis golok. Pelaku menganiaya korban R (35) hingga penuh luka bacok di bagian kakinya.
Kanitreskrim Polsek Cibarusah Iptu Iskandar mengatakan, kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) itu terjadi di Kampung Cisarua, Desa Sirna Jati, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Selasa (12/12/2023) pukul 07.00 WIB.
Menurut seorang saksi bernama Nuraini, tetangga awalnya mendengar ada teriakan seorang perempuan.
BACA JUGA:
"Lalu saksi Nuraini (kerabat korban) menuju rumah korban dan melihat keadaan di dalam rumah korban dari jendela kaca. Pada saat itu korban melihat ada ceceran darah di lantai," kata Iskandar dalam keterangannya, Selasa (12/12/2023).
Melihat kejadian itu, saksi mendobrak pintu rumah korban yang dalam keadaan terkunci. Setelah saksi masuk ke dalam rumah, saksi melihat pelaku YH (suami korban) sedang memegang golok yang sedang disabetkan ke arah kaki korban.
"Pada saat itu datang saksi dua bernama Heri yang juga masuk ke rumah korban, mereka melihat pelaku (suami korban) sedang memegang benda tajam," kata Iskandar.
Kedua saksi lalu memisahkan pelaku dan korban. Setelah melakukan aksinya pelaku kabur menggunakan sepeda motor.
"Hngga saat ini belum tertangkap. Sedangkan korban dibawa ke Rumah Sakit RSUD Cileungsi guna penanganan lebih lanjut," ujarnya.
(Nanda Aria)