JAKARTA - Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Komandan Pasukan Khusus (Kopassus), Brigjen TNI Yudha Airlangga mempunyai cerita sendiri saat menyelamatkan bocah Lebanon yang ditangkap tentara Israel, saat dirinya bergabung dalam Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A di wilayah Selatan Lebanon, yang sedang menengahi kelompok Hizbullah dengan Israel di Lebanon.
Mengutip buku ‘Kopassus untuk Indonesia’ tulisan Iwan Santosa dan E.A Natanegara, saat itu pasukan Korps Baret Merah Kopassus sebagai pasukan PBB mengubah seorang prajurit tempur, menjadi pihak yang kerap mendapat sasaran kekerasan dan ancaman maut dari kelompok yang bertikai.
Yudha Airlangga yang saat itu masih berpangkat mayor, menceritakan pengalamannya menolong seorang bocah Lebanon yang ditangkap tentara Israel.
"Tentara Israel dengan brutal menangkap seorang bocah karena merusak pagar perbatasan Israel dengan Lebanon," ucap Yudha.