Mahfud mengatakan, sarjana hanya keahlian formal saja. Sementara, intelektual adalah kemuliaan. Karena itu, dia berpesan jika kelak ingin berhasil, maka bukan saja memanfaatkan keahlian, tapi juga intelektualnya.
Mantan Ketua Hakim Konstitusi (MK) itu mengingatkan bahwa kesarjaan sebenarnya itu bisa dijadikan sebagai alat kejahatan. "Jadi banggakan ijazah Anda hari ini, tapi landasi dia dengan sikap moral," katanya melanjutkan.
(Angkasa Yudhistira)