“BMKG melakukan pengadaan lebih dari 500 seismograf, pengembangan Seismograph Rakyat Indonesia (SRI V1), dan fokus pada kemandirian teknologi seismograf menjadi aspek kunci dalam upaya BMKG untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan penguasaan teknologi di bidang tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, Prof Hamam Riza menjelaskan tentang artificial intelligence atau AI akan membantu manusia dalam meningkatkan produktivitas dari Litbangjirap (penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan), termasuk dalam isu kebencanaan.
Dikatakannya, teknologi AI dapat membantu dalam memahami lebih baik dan lebih cepat terkait dengan bencana.
Pada konteks teknologi dan inovasi, BNPB juga memiliki produk aplikasi kebencanaan yang sedang dikembangkan, yaitu Disaster Knowledge Management System (DKMS). Menurut Direktur Sistem BNPB Dr. Agus Wibowo, banyak data digunakan untuk mendukung proses pengambilan keputusan dalam penanggulangan bencana. Aplikasi itu dapat menjawab proses tersebut.