Dia mengatakan, di dalam Alquran disebutkan siapa yang berdusta dalam agama, mereka yang tidak menjalankan agama hingga mereka yang beragama namun tidak peduli anak yatim dan kesusahan orang miskin.
"Orang itu iman, jubahnya sebesar apapun kalau tidak peduli, itu pendusta," tuturnya.
Pria asal Madura itu menyatakan, Ganjar-Mahfud menghadirkan program bagi kaum duafa, di antaranya mencetuskan satu keluarga satu sarjana dan satu desa satu puskesmas. Program itu diusung berdasarkan pengamatan saat kampanye keliling dari Sabang sampai Merauke.
"Selain itu perhatian pada guru agama, saya ketahui tidak ada yang memperhatikan guru agama. Di Ponpes Al-Ikhlas Gresik, gajinya hanya Rp75.000. Maka kami mulai menghitung kesejahteraan," katanya.
Dirinya sempat menceritakan perjalanan hingga menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo. Semula, dia mengaku tidak melakukan langkah politik apapun selain bersilaturahmi ke pesantren dan perguruan tinggi selaku Menko Polhukam.
"Karena saya sadar kalau bicara uang atau dana tidak memiliki. Saya hanya melakukan itu (silaturahmi)," katanya.
(Awaludin)