Misalnya, kalau ada aparat yang ngopi bareng dengan pihak tertentu jangan selalu diartikan untuk kepentingan elektoral. Karena bisa saja mereka memang hanya ngopi-ngopi biasa. “Jadi jangan sampai suasana juga menjadi kaku. Kita ingin pesta demokrasi itu riang gembira,” kata Nasir Djamil.
Mengenai efektifitas pesan netralitas dari Jaksa Agung ini, Nasir mengatakan paling tidak pesan ini bisa memberitahukan kepada masyarakat Indonesia tentang aparat Kejaksaan menjaga netralitas aparatnya.
“Efektif atau tidaknya tergantung dari apa yang ingin dicapai. Kalau yang ingin dicapai terjawab maka akan bisa diukur keberhasilannya,” tutur Nasir.
(Fakhrizal Fakhri )