Di momen itulah para suster tersebut kata Lucia, mencoba mencari cara agar dokumentasi kekejaman Jepang tidak ketahuan. Salah satunya dengan menggunakan sketsa atau gambaran.
"Maka mereka mencari akal bagaimana supaya apa yang mereka lihat, rasakan, alami tidak lewat begitu saja, namun dapat didokumentasikan dan diceritakan kembali kepada orang lain. Salah satunya adalah dengan membuat komik atau gambar. Kebetulan ada suster yang pandai menggambar," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )