Ia mengingatkan, di awal masa jabatannya Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pernah menegaskan komitmen TNI untuk netral di semua proses pemilu 2024 untuk menciptakan pesta demokrasi yang damai. "Harusnya seruan Panglima ini bisa diikuti sampai ke jajaran terbawah," ujar Abdul Kharis.
Abdul Kharis mengaku belum ada rencana memanggil Panglima TNI, mengingat dewan sedang berada dalam masa reses hingga 15 Januari mendatang. "Tapi kita lihat kalau sudah masuk masa sidang," cetusnya.
Sebelumnya anggota Komisi I DPR RI, Mayjen (TNI) Purnawirawan TB Hasanuddin, menyebut insiden pemukulan di Boyolali sebagai bentuk arogansi oknum TNI.
(Fahmi Firdaus )