JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, mengungkapkan 6 keunggulan pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
"Saya mengutip beberapa ceramah dan beberapa masukan dari tokoh-tokoh masyarakat ada enam hal penting yang merupakan keunggulan daripada Ganjar dan adalah ciri khas bagi seorang pemimpin ini diutarakan oleh Bapak KH Said Aqil Siradj pada waktu shalawatan di Sidoarjo 100 ribu orang hadir, Pak Mahfud juga hadir," kata Hary Tanoe saat menghadiri deklarasi FBR dan Ikama di area BKT Cakung Cilincing, Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2024).
"Seorang pemimpin yang amanah wajib memenuhi, satu ilmu pengetahuannya tinggi. Pak Mahfud tinggi atau tidak? Profesor doktor ya kan. Pak Ganjar juga master itu dari sisi akademis," sambungnya.
Hary Tanoe menjelaskan, dari segi pengalaman Mahfud pernah menjabat sebagai menteri saat Gus Dur menjadi Presiden. Mahfud, katanya, juga memiliki pengalaman sebagai anggota DPR dan Ketua Mahkamah Konstitusi.
"Pak Ganjar anggota DPR dua periode, kemudian Gubernur Jawa Tengah provinsi ketiga terbesar di Indonesia dua periode juga. Jadi secara pengalaman dan secara akademis sangat memenuhi syarat, betul?" kata Hary Tanoe.
"Betul," jawab warga FBR dan Ikama yang hadir.
Keunggulan kedua, kata Hary Tanoe, Ganjar-Mahfud merupakan sosok pemimpin yang adil. Bahkan, katanya, Mahfud adalah sosok pendekar hukum yang dinilai sederhana serta tidak mudah terpengaruh apapun.
"Yang ketiga pemimpin ini kata Pak Kiai Said tidak boleh rakus, tidak boleh serakah, tidak boleh maruk jabatan tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan, betul tidak?. Pak Ganjar, Pak Mahfud track recordnya dengan kedudukannya yang tinggi pernah anggota DPR pernah Mentri bahkan Pak Mahfud sekarang juga masih Menko Polhukam. Pak Ganjar Gubenur Jawa Tengah sampai hari ini hidupnya sederhana. Artinya memiliki jabatan tinggi tidak disalahgunakan," ungkapnya.
Hary Tanoe juga menghubungkan bahwa Ganjar-Mahfud memiliki keberanian. Keduanya, kata Hary Tanoe, tidak memiliki kepentingan pribadi ataupun kelompok dan hanya memikirkan kepentingan rakyat.