Prabu Revolusi Lecehkan Civitas Akademik karena Sebut Pengkritik Jokowi Partisan

Raka Dwi Novianto, Jurnalis
Kamis 08 Februari 2024 10:57 WIB
Prabu Revolusi/Foto: MNC Portal
Share :

JAKARTA - Pengamat Politik Ari Junaedi mengatakan bahwa adanya tuduhan partisan terhadap civitas akademik dianggap sangat melecehkan. Menurutnya para akademisi memiliki kredibilitas yang tinggi.

"Tuduhan seperti itu sangat melecehkan akademisi. pertama tentu akademisi mempunyai kredibilitas keilmuan kepakaran dan janganlah dianggap atau dituding stigma bahwa suara-suara yang berbeda itu dituduh sebagai suara partisan," kata Ari dalam dialog Aksi Kawal Demokrasi yang ditayangkan YouTube Sindonews, Kamis (8/2/2024).

Ari juga menyayangkan tuduhan yang dilontarkan oleh Prabu Revolusi terhadap para civitas akademik.

Padahal, kata Ari, Prabu Revolusi sempat mendukung pasangan capres-cawapres tertentu dan pindah ke pasangan yang diduga menjadi sarang partisan.

"Oleh karena itu saya menyayangkan tuduhan yang dianggap mereka-mereka yang mempunyai suara kejernihan sebagai partisan," kata Ari.

Ari mencatat sudah ada 50 perguruan tinggi baik swasta dan negeri yang ikut menyuarakan keprihatinan terhadap demokrasi di Indonesia.

"Mereka ini menyuarakan apa yang dirasa dan dilihat bagaimana etika dilanggar bagaimana moral diporak-porandakan dan itu dilakukan oleh elit-elit yang selama ini menjadi panutan. Tidak ada lagi nilai panutan saat ini," kata Ari.

Ari menyebut saat ini bangsa Indonesia mengalami sebuah krisis moral yang sangat besar. Dan hal tersebut , katanya, berlangsung ketika pesta demokrasi akan segera kita lakukan

"Oleh karena itu sekali lagi jangan menganggap atau menuding suara-suara kejujuran dari kampus dari berbagai pelosok Tanah air ini dianggap sebagai suara partisan,"ujarnya.

"Mereka tentu mempertaruhkan kredibilitas kebakaran keilmuannya dan harusnya ini menjadi perhatian besar," pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya