"Apakah setiap periode pemilu akan semacam ini, saya lima kali menjadi tim pemenangan nasional kita perlu lihat dari tampilan dari Pak Ganjar dan Pak Mahfud dari pakaian mendapatkan respons negatif dari netizen, kita ubah supaya menarik, cara menjawab corectif action dari pertanyaan temen-temen media yang berkomentar, kita perbaiki, sejauh mana respons publik itu ga ada artinya semua," katanya
BACA JUGA:
"Termasuk akhir-akhir rekap aja keliru. Apakah kita perlu ada pemilu? Hasilnya sudah diketahui. Cara memperolehnya banyakan mana sama yang kampanye? Jadi saya melihat kalau situasi kondisi objektif selama kita berpemilu dengan seluruh tahapannya itu penuh manipulatif dan penuh keterlibatan berbagai oknum aparat. Saya berharap tidak perlu lagi ada pemilu. Tidak perlu ada yang namanya pemilihan kepala daerah baik itu bupati dan gubernur bulan September," terang Aria.
(Salman Mardira)