BANDUNG BARAT - Warga Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat yang terdampak pergerakan tanah mengaku siap direlokasi. Sebab, mereka merasa resah pemukiman yang mereka tinggali bakal ambruk.
Seperti diketahui, akibat pergerakan tanah itu sebanyak 48 kepala keluarga (KK) dan 192 jiwa harus mengungsi. Sedangkan hingga kini sudah ada 10 bangunan di antaranya 8 rumah, 1 bangunan sekolah dan 1 bangunan Posyandu yang rusak akibat bencana tersebut.
"Ya nggak apa-apa, asal pindah ke tempat yang aman. Kalau di sini juga kan berbahaya, jadi istri sama ibu saya itu sering dengar suara gedebruk dari bangunan ambruk, terus merasa getaran seperti gempa," kata Asep Kurnia (52), salah seorang warga.
Sejak hari kejadian, ia dan keluarganya sudah mengungsi ke kerabatnya. Baru dua hari belakangan ia bermalam di pengungsian bersama warga lain yang terdampak pergerakan tanah.
"Kalau di pengungsian baru dua hari, sebelumnya di rumah saudara. Terus kadang siang balik dulu ke rumah," ucap Asep.
Sementara itu Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif menilai, lokasi bencana pergerakan tanah di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, sudah tak laik untuk jadi tempat pemukiman, lantaran daerah itu rawan bencana longsor dan tanah bergerak. Daerah itu berada di lereng curam dan kondisi tanahnya terus bergerak sehingga tak ideal untuk dibangun rumah.
"Untuk langkah relokasi kita akan putuskan segera. Nanti kita cari dulu lokasi yang pas dan aman," jelas Arsan.