JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas Feri Amsari menilai kasus melonjaknya suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dilakukan secara sengaja untuk mengecoh isu kecurangan pemilu yang lebih esensial.
Feri mengatakan, berbagai isu saat ini telah berkembang di ranah publik salah satunya melonjaknya suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dengan lonjakan suara PSI di tengah publik membuat masyarakat tidak lagi fokus pada kasus kecurangan pemilu yang lebih lebih penting.
"Kalau kemudian sibuk membahas lonjakan suara PSI ini akan menghilangkan esensi utama seolah olah kita bicara PSI dan kita menghilangkan kecurangan pemilu presiden," kata Feri Amsari kepada MNC Portal, Kamis (7/3/2024).
Dia menilai hal paling penting yang harus terus dikawal adalah kecurangan pemilu. Karena seluruh permasalahan yang berkembang di ruang publik telah ditemukan banyak alat bukti.
"Kalau kita berhasil membuktikan kecurangan pemilu presiden dengan sendirinya kecurangan PSI atau lonjakan suara itu bisa dibuktikan," pungkasnya.
Rekapitulasi suara sementara KPU menunjukkan partai yang saat ini dipimpin oleh putra bungsu Presiden RI Joko Widodo Kaesang Pangarep memperoleh 3,13 persen suara dari pemilihan anggota DPR RI per Sabtu (2/3/2024) pukul 12.00 WIB. Dalam periode waktu itu, suara yang terhitung mencapai 65,73 persen.