Ada Raja Intel, Ini 5 Jenderal Kopassus yang Jadi Panglima TNI!

Ricko Setya Bayu Pradana Junior, Jurnalis
Kamis 21 Maret 2024 07:28 WIB
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengecek persenjataan Kopassus (Foto: Puspen TNI)
Share :

KOMANDO Pasukan Khusus atau Kopassus TNI Angkatan Darat merupakan salah satu pasukan khusus terbaik di dunia. Kemampuannya di atas rata-rata prajurit biasa membuatnya disegani dan ditakuti musuh.

Kopassus biasa diterjunkan dalam tim-tim kecil untuk menuntaskan tugas atau misi khusus di dalam maupun luar negeri dengan rintangan sangat berat bahkan rahasia.

Prajurit Kopassus memiliki kemampuan teknik dan taknik perang khsusus di semua medan baik darat, laut, maupun udara. Mereka juga menguasai ilmu intelijen mumpuni sehingga menyusup ke sarang musuh tanpa terdeteksi.

Dari sisi pakaian, prajurit Kopassus bisa dilihat dengan seragam loreng darah dan baret merah kebanggannya. Itu jadi alasan Kopassus disebut juga sebagai Pasukan Baret Merah.

Nah, dalam perjalanannya, Kopassus telah terlibat dalam berbagai operasi militer penting sepanjang sejarah Indonesia dan melahirkan banyak tokoh berpengaruh. Beberapa perwira tinggi atau jenderal Kopassus pernah menjadi Panglima TNI. Siapa saja?

Berikut 5 daftar jenderal Kopassus yang jadi Panglima TNI

1. Jenderal Agus Subiyanto

Jenderal Agus Subiyanto dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Jokowi, pada Rabu 22 November 2023, menggantikan Laksamana Yudo Margono yang akan pensiun.

Sebelum jadi Panglima TNI, Agus yang berasal dari infanteri Kopassus menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Pria kelahiran Cimahi 5 Agustus 1967 itu lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada 1991 dan langsung ditempatkan di Kopassus.

Agus pernah terlibat dalam operasi di Timor Timur sebagai Kasi Operasi Sektor A. Lalu dipercaya menjabat Komandan Batalyon 22/Manggala Yudha di bawah Grup 2 Kopassus/Sandi Yudha, kemudian dipromosi jadi Kepala Penerangan Kopassus.

Karir Agus Subiyanto terus menanjak. Ia menjabat Komandan Kodim 0735/Surakarta (2009-2011), Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad (2011-2014), dan Asisten Operasi Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan (2014-2015). Komandan Rindam II/Sriwijaya (2016-2017), dan Komandan Korem 132/Tadulako (2017-2018).

Lalu Wakil Komandan Pussenif Kodiklatad (2019-2020), Komandan Korem 061/Surya Kencana, dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) 2020-2021.

Sebelum jadi Wakil KASAD pada 2023, Agus pernah menjabat Pangdam Siliwangi periode 2021 hingga 2022.

2. Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa

Jenderal Andika Perkasa mejabat Panglima TNI sejak 17 November 2021, menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Andika menjabat hingga 2022, sebelum digantikan oleh Laksamana Yudo Margono.

Andika termasuk prajurit intelektual karena bergelar doktor dan telah menempuh pendidikan master hingga doktoral di berbagai kampus terkemuka di dunia.

Setelah lulus Akademi Militer pada 1987, Andika masuk dalam satuan infanteri Kopassus. Pria kelahiran 21 Desember 1964 tersebut menyelesaikan program S2 di tiga universitas terkemuka yakni Norwich University, National Defence University di Washington DC, dan Harvard University di Amerika Serikat. Andika juga memperoleh gelar Doktor S3 dari The George Washington University.

Sebelum jadi Panglima TNI, Andika pernah menjadi Komandan Tim 3 Sat Gultor Kopassus, Danrindam Kodam Jaya, Kadispenad, Danpaspampres, Pangdam XII/Tanjungpura, Dankodiklat, Pangkostrad lalu KSAD.

3. Jenderal TNI (Purn) Feisal Tanjung

Feisal Edno Tanjung merupakan Jenderal Kopassus abituren Akademi Militer 1961. Presiden Soeharto mempercayainya sebagai Panglima ABRI (TNI) periode 1993-1998.

Lahir pada 17 Juni 1939, Feisal Tanjung telah memiliki pengalaman dalam berbagai jabatan militer. Sebelum menjabat sebagai Panglima ABRI, beliau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI dari tahun 1992 hingga 1993. Ia juga pernah menjabat sebagai Danseskoad dari tahun 1988 hingga 1992, Pangdam XII/Tanjungpura dari tahun 1985 hingga 1988, dan Danpussenif dari tahun 1983 hingga 1985.

Feisal Tanjung telah mengalami berbagai medan operasi selama karir militernya. Ini termasuk terlibat dalam Operasi Masohi/RMS pada tahun 1963, Operasi Trikora pada tahun 1963, Operasi Dwikora pada tahun 1965, Operasi G30S/PKI pada tahun 1965, Operasi Wibawa OPM pada tahun 1967, Operasi Penentuan Pendapat Rakyat pada tahun 1969, Operasi Bhakti Kodam XVII/Tjenderawasih Ekspedisi Lembah X pada tahun 1969, Pasukan Garuda ICCS IV di Vietnam pada tahun 1973, dan Operasi Seroja di Timor Timur pada tahun 1976.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya