JAKARTA - Ternyata ini alasan kenapa Pulau Jawa sering terjadi gempa bumi. Apalagi, Indonesia secara geologi berada dalam ring of fire (cincin api), yakni jalur gunung berapi yang membentang mengelilingi cekungan pasifik.
Ternyata ini alasan kenapa Pulau Jawa sering terjadi gempa bumi dikarenakan alur cincin api ini, diisi oleh deretan gunung berapi yang ada di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.
Secara geografis, Indonesia adalah negara kepulauan dan punya luas laut yag lebih besar dibandingkan daratannya.Selain itu, posisi Indonesia juga terletak di 3 pertemuan lempeng, yakni lempeng pasifik, indo-australia, dan eurasia.
Jadi, pergerakan lempeng tersebut yang memicu terjadinya gempa, tsunami, dan gunung meletus.
Berdasarkan kepada buku Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2017, ada 31 nama sesar aktif di Pulau Jawa. Berikut rinciannya :
Sesar Cimandiri, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,7 dan pergeseran 0,55 mm/tahun,
Sesar Cimandiri yang membentang mulai Teluk Pelabuhan Ratu sampai Cianjur. Sesar ini pernah mengguncang Sukabumi pada Tahun 2001 lampau.
Sesar Cimandiri Nyalindung Cibeber, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,6 dan pergeseran 0,4 mm/tahun, mungkin menjadi penyebab gempa di Cianjur,
Sesar Cimandiri Rajamandala, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,6 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Lembang, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,8 dan pergeseran 2 mm/tahun, pernah terjadi gempa
Sesar Lembang adalah rekahan bergeser (sesar) terdekat dari Kota Bandung, memanjang hingga sekitar 29 km dari Gunung Batu Lembang hingga Padalarang.
Sesar Lembang adalah contoh jenis sesar rotasi yang bergerak ke kiri. Bagian tertinggi sesar ini setinggi 450 m di Gunung Palasari Maribaya, turun ke ketinggian 40 m di Cisarua.
Sesar Lembang juga mencakup kawasan Batunyusun, Gunung Batu, Gunung Lembang, Cihideung, Jambudipa, dan berakhir di ujung utara Padalarang, seperti dicatat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Sesar Subang, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Garsela Kencana, berada di Jawa Barat dan belum di identifikasi secara rinci.
Sesar Garsela Rakutai, berada di Jawa Barat dan belum di identifikasi secara rinci.
Sesar Ciremai, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Cirebon, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,2 dan pergeseran 0,5 mm/tahun.
Sesar Cirebon-2, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Brebes, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun.
Sesar Ajibarang, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Tegal, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Pemalang, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,3 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Pekalongan, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Semarang, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Ungaran, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Ungaran-2, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Rawa Pening, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Merapi-Merbabu, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,6 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Opak, berada di Yogyakarta dan memiliki potensi M6,6 dan pergeseran 0,75 mm/tahun,
Sesar Muria, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,2 dan pergeseran 1 mm/tahun,
Sesar Pati, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Purwodadi, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Cepu, berada di Jawa Timur dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun,
Sesar Blumbang, berada di Jawa Timur dan memiliki potensi M6,6 dan pergeseran 0,05 mm/tahun,
Sesar Waru, berada di Jawa Timur dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,05 mm/tahun,
Sesar Surabaya, berada di Jawa Timur dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,05 mm/tahun,
Sesar Pasuruan, berada di Jawa Timur dan belum di identifikasi secara rinci,
Sesar Probolinggo, berada di Jawa Timur dan belum di identifikasi secara rinci,
Sesar Wonorejo, berada di Jawa Timur dan belum di identifikasi secara rinci
Nah sesar itu kalo bergeser akan mengguncang kota dan wilayah sekitarnya diatas sesar tersebut.
(Rina Anggraeni)