Beberapa hari setelah pernikahan, Presiden Soekarno bahkan merayakan pesta pernikahan mereka di Istana Bogor.
Menariknya, meskipun Benny menganut agama Katolik dan Hartini beragama Islam, perbedaan keyakinan ini tidak menjadi hambatan dalam pernikahan mereka. Pada masa itu, pernikahan mereka dapat berlangsung tanpa kendala.
(Qur'anul Hidayat)