BULAN Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi seluruh umat Islam di dunia, karena di dalam bulan Ramadhan ini banyak sekali pahala yang dilipat gandakan. Di seluruh dunia berbagai macam umat Islam tersebar dengan berbagai tradisi yang sampai sekarang terjaga kelestariannya.
Di Negara Suriah tepatnya di Kota Damaskus, terdapat masjid besar yang disebut masyarakat Suriah dengan nama “Jaami’ Akbar Umayyah” atau terkenal di kalangan masyarakat Indonesia dengan nama “Masjid Umawi”. Masjid yang dulunya adalah pusat pendidikan pada zaman Bani Umayyah (680-750 M).
Tentang Masjid Umawi
Masjid Umawi adalah masjid tertua dan terbesar peninggalan Bani Umayyah sejak tahun 715 Masehi dengan gaya Arsitektur Kubah seperti gaya Arsitektur Kristen Ortodoks dan pilar-pilarnya adalah khas Yunani dan Romawi karena menurut sejarah juga Masjid ini adalah peninggalan dari kuil untuk menyembah Dewa Matahari bangsa Yunani dan Gereja lalu menjadi masjid seperti yang kita ketahui sekarang.
“Sebelum menjadi masjid, bangunan ini adalah gereja dan sebelumnya lagi adalah kuil dan dulu di sini berdiri 2 tempat beribadah agama yang berbeda yaitu masjid dan gereja” cerita sebuah penjaga Masjid Umawi saat berkunjung ke sana.
Sejarah umat Islam di zaman Bani Umawi juga tak jauh dari sejarah berdirinya masjid ini, masjid ini secara langsung menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah umat Islam pada kekuasaan Bani Umayyah.
Di masjid ini juga tempat tercipta karya fenomenal di kalangan para santri ditulis oleh Imam Ghazali yaitu kitab Ihya’ Ulumuddin, dan juga dikisahkan di masjid ini adalah tempat berkumpulnya para ilmuan, para Ulama’ Islam pada zaman ke zaman, seperti Imam Nawawi, Ibnu Sholah, Ibnu Malik dan lain lain.
Keunikan di Masjid Umawi
Di Masjid Umawi ini mempunyai keunikan tersendiri daripada Masjid pada umumnya :
1. Mempunyai 4 Mihrab
“Jumlah mihrab ini mempunyai filosofi tersendiri, salah satunya adalah 4 mihrab ini sesuai jumlah madzhab yang di akui di agama islam yaitu Mahdzab Syafii, Hanafi, Hanbali dan Maliki” ucap Naufal salah satu mahasiswa yang berada di Damaskus.
“Dulu orang Muslim beribadah sesuai mahdzabnya sendiri di dalam satu masjid yang sama” imbuh Naufal. Meskipun masjid ini didirikan dengan empat mihrab akan tetapi tarawih di sini tetap 20 rakaat sebagaimana mahdzab syafii.
2. Mempunyai 5 muadzin
Ini termasuk adat yang masih terjaga dari zaman kepemimpinan Bani Umayyah sampai sekarang. Muadzin ini berjumlah lima di setiap waktu sholat fardhu mereka akan berkumandang bergantian.