Warna-warni Ramadhan di Damaskus Suriah

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 04 April 2024 08:14 WIB
Ramadhan di Damaskus Suriah (Foto: Dok PPI Dunia)
Share :

BULAN Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi seluruh umat Islam di dunia, karena di dalam bulan Ramadhan ini banyak sekali pahala yang dilipat gandakan. Di seluruh dunia berbagai macam umat Islam tersebar dengan berbagai tradisi yang sampai sekarang terjaga kelestariannya.

Di Negara Suriah tepatnya di Kota Damaskus, terdapat masjid besar yang disebut masyarakat Suriah dengan nama “Jaami’ Akbar Umayyah” atau terkenal di kalangan masyarakat Indonesia dengan nama “Masjid Umawi”. Masjid yang dulunya adalah pusat pendidikan pada zaman Bani Umayyah (680-750 M).

Tentang Masjid Umawi

Masjid Umawi adalah masjid tertua dan terbesar peninggalan Bani Umayyah sejak tahun 715 Masehi dengan gaya Arsitektur Kubah seperti gaya Arsitektur Kristen Ortodoks dan pilar-pilarnya adalah khas Yunani dan Romawi karena menurut sejarah juga Masjid ini adalah peninggalan dari kuil untuk menyembah Dewa Matahari bangsa Yunani dan Gereja lalu menjadi masjid seperti yang kita ketahui sekarang.

“Sebelum menjadi masjid, bangunan ini adalah gereja dan sebelumnya lagi adalah kuil dan dulu di sini berdiri 2 tempat beribadah agama yang berbeda yaitu masjid dan gereja” cerita sebuah penjaga Masjid Umawi saat berkunjung ke sana.

Sejarah umat Islam di zaman Bani Umawi juga tak jauh dari sejarah berdirinya masjid ini, masjid ini secara langsung menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah umat Islam pada kekuasaan Bani Umayyah.

Di masjid ini juga tempat tercipta karya fenomenal di kalangan para santri ditulis oleh Imam Ghazali yaitu kitab Ihya’ Ulumuddin, dan juga dikisahkan di masjid ini adalah tempat berkumpulnya para ilmuan, para Ulama’ Islam pada zaman ke zaman, seperti Imam Nawawi, Ibnu Sholah, Ibnu Malik dan lain lain.

Keunikan di Masjid Umawi

Di Masjid Umawi ini mempunyai keunikan tersendiri daripada Masjid pada umumnya :

1. Mempunyai 4 Mihrab

“Jumlah mihrab ini mempunyai filosofi tersendiri, salah satunya adalah 4 mihrab ini sesuai jumlah madzhab yang di akui di agama islam yaitu Mahdzab Syafii, Hanafi, Hanbali dan Maliki” ucap Naufal salah satu mahasiswa yang berada di Damaskus.

“Dulu orang Muslim beribadah sesuai mahdzabnya sendiri di dalam satu masjid yang sama” imbuh Naufal. Meskipun masjid ini didirikan dengan empat mihrab akan tetapi tarawih di sini tetap 20 rakaat sebagaimana mahdzab syafii.

2. Mempunyai 5 muadzin

Ini termasuk adat yang masih terjaga dari zaman kepemimpinan Bani Umayyah sampai sekarang. Muadzin ini berjumlah lima di setiap waktu sholat fardhu mereka akan berkumandang bergantian.

3. Tempat terjadinya semua peristiwa penting pada zaman Bani umayyah

“Peristiwa senang maupun sedih semua terjadi di masjid itu” cerita Naufal dengan antusias tentang sejarah masjid itu. “Para ilmuan, para Ulama’ Islam sering berdiskusi dan memecahkan masalah di dalam masjid itu” lanjut dia. Dan juga masjid ini menjadi tempat penghakiman sekaligus eksekusi di zaman itu.

4. Maqam Nabi Yahya As 

Bukan hanya sekadar tempat sholat, masjid ini juga mempunyai banyak sejarah di dalamnya. Termasuk adanya maqam Nabi Yahya yang berada di dalam Masjid Umawi.

5. Menara putih :Tempat turunnya Nabi Isa

Seperti kebanyakan orang tahu di masjid ini berdiri Menara Putih yang dihadistkan Nabi Muhammad SAW akan menjadi tempat turunnya Nabi Isa As di hari akhir kelak. Menara putih ini juga disebut sebagai Menara Arush “Karena di ceritakan berdirinya menara ini karena ada seorang wanita yang meminta maharnya untuk dibangunkan menara, alhasil berdirilah Menara Putih ini” ucap Zinky mahasiswa lain.

Dan juga bangunan ini ialah bangunan pertama yang menggunakan teknologi pengecoran pertama kali yang ditanam di dalam sungai.

Berbicara tentang Ramadhan pastinya tak lepas kaitannya dengan pembahasan Takjil. “Fathiroh” biasanya Masyarakat Suriah menyebutnya.. Berikut adalah beberapa minuman Khas Suriah yang hanya ada waktu Ramadan :

Takjil di Negara Suriah

1. Jallab 

Jallab merupakan minuman favorit yang berasal dari Negara Suriah, Jallab sendiri merupakan perpaduan harmonis antar sari anggur, kurma, air mawar. Teksturnya yang kaya manis, dan aromanya yang eksotis menjadikannya pilihan yang tepat untuk acara buka puasa.

2. Tamr Hindi 

Tamr Hindi jika diterjemahkan kedalam Bahasa indonesia adalah Asam Jawa. Car membuatnya cukup simpel, Daging buah asam jawa direndam, disaring, dan dimaniskan dengan gula sehingga menghasilkan minuman menyegarkan yang menggugah selera.

3. Qamar al-Din

Qamar al-Din, berasal dari Aprikot kering, Qamar al-Din adalah minuman tradisional Ramadhan yang dinikmati di Timur Tengah. Setelah Aprikot kering dan terdehidrasi, dicampur dengan air, dan saring beberapa kali diberi sedikit bunga jeruk atau air mawar untuk menambah aroma. minuman ini tidak hanya menghilangkan dahaga tetapi juga memberikan nutrisi penting, menjadikannya pilihan bergizi untuk berbuka puasa.

4. Na’im

Naim terlihat seperti kerupuk jika berada di Indonesia, tekstur dan rasanya hampir mirip akan tetapi Na’im ini disajikan dengan cara berbeda. Na’im ini di sajikan dengan olesan sari kurma yang menimbulkan rasa manis akan tetapi tidak meninggalkan rasa renyah dari na’im tersebut sehingga tak jauh dari rasa krupuk dan juga ukuran dari na’im ini itu lebih besar 5x lipat dari krupuk-krupuk biasanya di indonesia.

Dan banyak lagi jika berbicara tentang makanan khas Suriah yang pastinya berbeda dengan makanan yang berada di indonesia. 

(Penulis: Muhammad Hammam Badruz Zamani, Pendidikan : Ushuluddin, Bilad Asy-Syam University, PPI Negara : PPI Suriah)

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya