Keduanya mengaku khawatir apabila putranya merasa tak nyaman saat take off maupun landing. Apalagi penerbangan mereka ke Pekanbaru memakan waktu kurang lebih 2 jam.
Namun, keduanya telah mempersiapkan mental dan mendapatkan berbagai saran dari rekan-rekannya yang pernah bepergian jauh dengan membawa balita.
“Kami sih khawatirnya pas di pesawat nanti ya, takutnya rewel saat take off sama landingnya gitu, nah itu nanti gimana caranya biar kami bisa nenangin di pesawatnya. Banyak cari tahu juga ke temen-temen yang punya bayi,” jelas Desi Oktavianti.
Keduanya pun berangkat dari kediamannya menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan transportasi umum yaitu Kereta Api (KA) Bandara. Keduanya berangkat dari stasiun awal manggarai lebih awal dari jadwal keberangkatan keretanya.
Hal tersebut dilakukan agar mereka memiliki waktu lebih untuk memberi makan dan mengganti popok putranya sebelum penerbangan. Mereka pun telah memesan tiket KA Bandara jauh sebelum hari keberangkatannya. Mereka khawatir jika kehabisan tiket kereta.
“Awalnya kami khawatir, kalau pesan tiket di hari H itu tiketnya habis. Jadi kami pesan dari jauh-jauh hari lewat online,” pungkas Radifan.
(Fakhrizal Fakhri )