BMKG Beberkan 9 Fakta Gempa M6,2 di Garut

Binti Mufarida, Jurnalis
Senin 29 April 2024 07:22 WIB
Illustrasi (foto: dok freepik)
Share :

Keenam, kata Daryono, gempa utama ini “miskin” gempa susulan (lack of aftershock), disebabkan karena batuan slab Lempeng Samudra Indo-Australia bersifat homogen, elastis, dan tidak mudah rapuh (ductile).

“Ketujuh, bersifat destruktif, karena mengguncang kuat di Tegalbulued, Pamulihan, Sukanagara, Cempaka, Langkaplancar dan Lembang dengan skala intensitas V MMI dan menimbulkan kerusakan di Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, dan Ciamis,” ujar Daryono.

Kedelapan, kata Daryono, karena hiposenternya dalam maka gempa ini memiliki spektrum luas yang mencakup daerah Kebumen, Banyumas, Cilacap dan Purwokerto, Bantul, Sleman, Kulonprogo, Trenggalek, hingga Malang.

“Keembilan, tidak berpotensi tsunami, karena hasil monitoring Tide Gauge milik Badan Informasi Geospasial (BIG) di Pantai Tasikmalaya dan Cilacap tidak menunjukkan adanya anomali muka laut. Gempa yang terjadi belum mampu menyebabkan gangguan kolom air laut/ tsunami, salah satunya karena hiposenternya yang cukup dalam,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya