BMKG Beberkan 9 Fakta Gempa M6,2 di Garut

Binti Mufarida, Jurnalis
Senin 29 April 2024 07:22 WIB
Illustrasi (foto: dok freepik)
Share :

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fakta-fakta tentang gempa M6,2 yang berpusat di Samudra Hindia, selatan Jawa Barat pada hari Sabtu 27 April 2024 pukul 23.29.47 WIB.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, fakta pertama bahwa gempa yang berpusat di laut (Samudra Hindia) pada jarak 156 Km arah barat daya Kab. Garut, memiliki dengan kedalaman hiposenter 70 km.

“Kedua, jenis gempa kedalaman menengah, yang dipicu deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa barat, dengan mekanisme sumber gempa pergerakan geser-naik (oblique thrust),” ujar Daryono dalam keterangannya, dikutip Senin (29/4/2024).

Ketiga, Daryono mengatakan, para ahli lazim menyebutnya sebagai gempa dalam lempeng (intra-slab earthquake) akibat pecahnya batuan dalam slab lempeng. “Salah satu “keistimewaan” gempa intra slab adalah sanggup meradiasikan guncangan gempa (ground motion) yang lebih dahsyat dari gempa lain dengan sumber lain,” ujarnya.

Keempat, Daryono menegaskan bahwa gempa M6,2 ini bukan gempa megathrust, yang dibuktikan dengan data penampang melintang hiposenter (cross-section) yang menunjukkan hiposenter gempa terletak di dalam slab Lempeng Samudra Indo-Australia.

Kelima, gempa utama hanya diikuti oleh satu gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo 3,1 yang terjadi pada 27 April 2024 pukul 23.45.13 WIB.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya