STIP Diminta Kooperatif Ungkap Tuntas Kasus Kematian Taruna agar Tak Terulang Lagi

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Minggu 05 Mei 2024 04:30 WIB
STIP (Istimewa)
Share :

JAKARTA - Keluarga mendiang Putu Satria Ananta Rustika (19), taruna tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing, Jakarta Utara yang tewas dianiaya senior meminta pihak STIP kooperatif membantu polisi mengungkapkan kasus tersebut sampai tuntas, sehingga jangan sampai terulang lagi.

Polisi sejauh ini baru menetapkan satu orang tersangka berinisial TRS (21). Tapi, pihak keluarga korban menduga pelaku lebih satu orang. Keluarga korban minta STIP tak melindungi pelaku.

"Saya pengen STIP ikut bantu, tadi saya komunikasi sama orang STIP saya tanya, gak ada yang tiba-tiba mati (CCTV), gak ada human eror semua clear. Saksi kan orang dalam semua, saya minta tolong pak yang kira-kira tahu jangan dilindungin lah, dia pasti sanggup lah," ujar pengacara keluarga korban, Tumbur Aritonang kepada wartawan, Sabtu (4/5/2024).

 BACA JUGA:

Menurutnya, diharapkan para saksi yang mengetahui peristiwa dugaan penganiayaan terhadap Putu, khususnya para siswa taruna, untuk tak disembunyikan. Mereka harus dijaga agar mau dan tak takut untuk memberikan kesaksiannya ke polisi.

Sejauh ini, kata dia, berdasarkan komunikasi antara keluarga dengan pihak STIP, pihak STIP memang telah menyerahkan rekaman CCTV di lokasi kejadian pada polisi. Sejauh ini, soal penanganan kasusnya, polisi telah memanggil puluhan orang untuk diperiksa, hanya saja belum dipastikan motif penganiayaan tersebut.

"Kami sempat bertanya ke penyidik yang hadir ke sini, katanya sudah ada pemanggilan sekitar 40 orang, mungkin masih akan terus ada pengembangan. Intuk motif sejauh ini masih senioritas, tapi apakah ini murni senioritas atau perundungan atau ada motif lain misalnya balas dendam atau punya masalah mungkin itu yang perlu kita sama-sama kawal," tuturnya.

Adapun soal penuntutan ke pihak STIP, keluarga belum memikirkannya lantaran masih fokus menangani jenazah korban. Pihaknya pun berharap agar kasus sebagaimana yang dialami korban tak lagi terjadi, apalagi di lingkungan sekolah.

"Ke arah situ belum, keluarga masih fokus untuk pemakaman almarhum. Jadi, kalau memang STIP secara profesional dan itikad baik membantu ini saya rasa keluarga enggak sampe situ (menuntut)," katanya.

"Almarhum dikirim ke STIP bukan untuk seperti ini, jadi adanya ini sangat menyesalkan, mungkin kalau tahu kayak gini enggak bakal masuk STIP. Kami menyesalkan juga ini ada di lingkungan pendidikan, kami harap enggak ada yang terjadi lagi, pihak kampus datang memberikan ucapan duka, cuman kami menunggu tindak lanjut seperti apa terkait ini, bagaimana pertanggungjawabannya, sampai sejauh mana dan apa evaluasinya," bebernya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya