Dia melarikan diri ke Indonesia dan dibantu oleh dua WNI yang memfasilitasi dirinya untuk membuat identitas palsu dengan nama Sulaiman.
Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Pol. Krishna Murti mengatakan, selama kabur dan bersembunyi di Indonesia, Chaowalit berpura-pura bisu. Diduga hal itu dilakukan untuk menutupi ketidakmampuannya dalam berbahasa Indonesia.
(Qur'anul Hidayat)