ISRAEL - Militer Israel mengatakan mereka telah mengambil kendali operasional atas wilayah timur kamp pengungsi Bureij dan kota Deir al-Balah di Gaza tengah, ketika puluhan warga Palestina dilaporkan tewas.
Pada Rabu (5/6/2024) pagi, militer mengatakan pasukan yang didukung serangan udara telah memulai operasi melawan teroris dan infrastruktur teroris di atas dan di bawah tanah.
Warga melaporkan pemboman hebat dan badan amal Médecins Sans Frontières mengatakan sedikitnya 70 orang tewas , mayoritas wanita dan anak-anak telah dibawa ke rumah sakit setempat sejak Selasa (4/6/2024).
Bureij adalah salah satu dari delapan kamp pengungsi bersejarah di Gaza. Wilayah ini mencakup area seluas 0,5 km persegi (0,2 mil persegi) dan memiliki 46.000 penduduk yang terdaftar di badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina atau Unrwa sebelum perang.
Kamp ini terletak tepat di sebelah selatan dasar sungai Wadi Gaza dan “Koridor Jalur Gaza Tengah” milik IDF, yakni sebuah wilayah yang dikuasai pasukan Israel yang membentang dari timur ke barat dari perbatasan dengan Israel hingga Laut Mediterania, yang membagi Gaza menjadi dua.
Kamp pengungsi Nuseirat dan Maghazi juga terletak di dekat Bureij, sedangkan kota Deir al-Balah berjarak sekitar 5 km (3 mil) ke arah barat daya.
Keempat wilayah tersebut saat ini dipenuhi oleh orang-orang yang mengungsi akibat pertempuran di tempat lain, termasuk lebih dari satu juta orang yang telah meninggalkan kota Rafah di selatan sejak dimulainya operasi darat Israel di sana sebulan yang lalu.
Pada Rabu (5/6/2024), IDF mengatakan operasi baru yang ditargetkan di Bureij dan Deir al-Balah timur bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur teroris yang terletak beberapa kilometer jauhnya dari perbatasan dengan Israel di atas dan di bawah tanah.