“Kegiatan tersebut dimulai dengan serangkaian serangan udara terhadap sasaran-sasaran teror, termasuk kompleks militer, fasilitas penyimpanan senjata, dan infrastruktur bawah tanah,” terang pernyataan tersebut, dikutip BBC.
“Selama serangan tersebut, beberapa teroris Hamas berhasil dilenyapkan,” lanjutnya.
Belakangan, IDF mengeluarkan pernyataan baru yang mengumumkan bahwa pasukan telah mendapatkan kendali operasional di Bureij timur dan Deir al-Balah timur. Ia menambahkan bahwa mereka telah “menghilangkan teroris” di daerah tersebut, menghancurkan peluncur roket dan mortir, dan menemukan beberapa terowongan.
Hal ini terjadi ketika mediator Amerika Serikat (AS), Mesir dan Qatar bertemu di Doha dan Kairo untuk membahas cara menyelesaikan gencatan senjata baru dan kesepakatan pembebasan sandera.
AS mengatakan pada Selasa (4/6/2024) bahwa pihaknya masih menunggu tanggapan dari Hamas terhadap apa yang digambarkannya sebagai proposal Israel yang digariskan oleh Presiden AS Joe Biden pekan lalu.
Qatar menyatakan telah menyampaikan rencana tersebut kepada perwakilan Hamas dan mencatat bahwa pihaknya juga masih menunggu posisi yang jelas dari pemerintah Israel.
Pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh mengatakan pada Rabu (5/6/2024) bahwa kelompoknya akan menangani proposal tersebut secara serius dan positif berdasarkan diakhirinya perang dan penarikan penuh Israel dari Gaza.
(Susi Susanti)