Israel Lancarkan Operasi Militer Baru di Gaza Tengah, Ambil Kendali Kamp Pengungsi Bureij dan Kota Deir al-Balah

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 06 Juni 2024 05:19 WIB
Israel lancarkan operasi militer bAru di Gaza tengah, ambil kendali kamp pengungsi Bureij dan Kota Deir al-Balah (Foto: EPA)
Share :

ISRAEL - Militer Israel mengatakan mereka telah mengambil kendali operasional atas wilayah timur kamp pengungsi Bureij dan kota Deir al-Balah di Gaza tengah, ketika puluhan warga Palestina dilaporkan tewas.

Pada Rabu (5/6/2024) pagi, militer mengatakan pasukan yang didukung serangan udara telah memulai operasi melawan teroris dan infrastruktur teroris di atas dan di bawah tanah.

Warga melaporkan pemboman hebat dan badan amal Médecins Sans Frontières mengatakan sedikitnya 70 orang tewas , mayoritas wanita dan anak-anak telah dibawa ke rumah sakit setempat sejak Selasa (4/6/2024).

Bureij adalah salah satu dari delapan kamp pengungsi bersejarah di Gaza. Wilayah ini mencakup area seluas 0,5 km persegi (0,2 mil persegi) dan memiliki 46.000 penduduk yang terdaftar di badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina atau Unrwa sebelum perang.

Kamp ini terletak tepat di sebelah selatan dasar sungai Wadi Gaza dan “Koridor Jalur Gaza Tengah” milik IDF, yakni sebuah wilayah yang dikuasai pasukan Israel yang membentang dari timur ke barat dari perbatasan dengan Israel hingga Laut Mediterania, yang membagi Gaza menjadi dua.

Kamp pengungsi Nuseirat dan Maghazi juga terletak di dekat Bureij, sedangkan kota Deir al-Balah berjarak sekitar 5 km (3 mil) ke arah barat daya.

Keempat wilayah tersebut saat ini dipenuhi oleh orang-orang yang mengungsi akibat pertempuran di tempat lain, termasuk lebih dari satu juta orang yang telah meninggalkan kota Rafah di selatan sejak dimulainya operasi darat Israel di sana sebulan yang lalu.

Pada Rabu (5/6/2024), IDF mengatakan operasi baru yang ditargetkan di Bureij dan Deir al-Balah timur bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur teroris yang terletak beberapa kilometer jauhnya dari perbatasan dengan Israel di atas dan di bawah tanah.

“Kegiatan tersebut dimulai dengan serangkaian serangan udara terhadap sasaran-sasaran teror, termasuk kompleks militer, fasilitas penyimpanan senjata, dan infrastruktur bawah tanah,” terang pernyataan tersebut, dikutip BBC.

“Selama serangan tersebut, beberapa teroris Hamas berhasil dilenyapkan,” lanjutnya.

Belakangan, IDF mengeluarkan pernyataan baru yang mengumumkan bahwa pasukan telah mendapatkan kendali operasional di Bureij timur dan Deir al-Balah timur. Ia menambahkan bahwa mereka telah “menghilangkan teroris” di daerah tersebut, menghancurkan peluncur roket dan mortir, dan menemukan beberapa terowongan.

Hal ini terjadi ketika mediator Amerika Serikat (AS), Mesir dan Qatar bertemu di Doha dan Kairo untuk membahas cara menyelesaikan gencatan senjata baru dan kesepakatan pembebasan sandera.

AS mengatakan pada Selasa (4/6/2024) bahwa pihaknya masih menunggu tanggapan dari Hamas terhadap apa yang digambarkannya sebagai proposal Israel yang digariskan oleh Presiden AS Joe Biden pekan lalu.

Qatar menyatakan telah menyampaikan rencana tersebut kepada perwakilan Hamas dan mencatat bahwa pihaknya juga masih menunggu posisi yang jelas dari pemerintah Israel.

Pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh mengatakan pada Rabu (5/6/2024) bahwa kelompoknya akan menangani proposal tersebut secara serius dan positif berdasarkan diakhirinya perang dan penarikan penuh Israel dari Gaza.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya