Perlu Kerja Sama Atasi Masalah Bencana di NTT

Nur Khabibi, Jurnalis
Rabu 26 Juni 2024 19:36 WIB
Perlu kerja sama tangani masalah bencana di NTT (Foto : MPI/Nur Khabibi)
Share :

KUPANG - Kepala Pelaksana BPPD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Cornelis Wadu menyatakan perlu kerja sama semua pihak untuk menangani sejumlah potensi bencana di daerahnya. Pasalnya, NTT merupakan provinsi yang terdiri dari ribuan pulau.

"NTT ini berbentuk kepulauan, lebih kurang jumlah pulau-pulau kita ini ada 1.192 pulau, yang punya nama 462, yang sudah dihuni 46 pulau," kata Corenelis di Gedung BPBD NTT dalam kunjungan media peringatan 75 tahun kerja sama Australia-Indonesia, Selasa (25/6/2024).

"Topografinya itu sangat berbeda-beda, masing-masing dan kerentanan dalam kondisi kepulauan ini rentan terhadap kondisi kebencanaan, ada yang tsunami, gempa bumi, bahkan bencana yang lain sering longsor, dan sebagainya," sambungnya.

Karena itu, Cornelis menyatakan pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri guna mengatasi sejumlah potensi bencana tersebut. Menurutnya, mitigasi perlu uluran tangan dari semua pihak.

"Kita akui bahwa Pemerintah ini tidak bisa bekerja sendiri dalam konteks bahwa dengan gambaran tadi saya katakan Provinsi NTT yang berkepulauan dengan tingkat kerentanan yang seperti sudah juga saya sampaikan itu pemerintah perlu ada kolaborasi dan kemitraan," ujarnya.

Saat ini, Cornelis melanjutkan, BPPD NTT telah menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar Australia melalui program Siap Siaga. Kemitraan yang telah berjalan sejak 2020 ini telah menghasilkan beberapa output tentang manajemen kebencanaan.

"Kemitraan ini dibangun oleh negara Australia dengan Indonesia dan khususnya terkait dengan konstribusi siap siaga dalam manajemen kebencanaan," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Siap Siaga Provinsi NTT, Silvia Fanggidae menyatakan, pihaknya sudah bekerja sama dalam berbagai mitigasi dan penanganan bencana di NTT. Salah satunya Pandemi Covid-19.

"Kami sudah bekerja di NTT sejak 2020 pada saat covid, jadi kami diharuskan sudah aktif karena terjadi covid, karena program ini kan tujuan utamanya untuk penguatan penanggulangan bencana di Indonesia. Jadi waktu covid ya kita diharuskan untuk mulai membantu pemerintah dalam merespons," ujar Silvia.

Sekadar informasi, Program Siap Siaga adalah Kemitraan Australia-Indonesia dalam Manajemen Risiko Bencana yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan tanggap bencana di Indonesia dan memperkuat kerja sama kemanusiaan antara Australia dan Indonesia. Inisiatif ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia 2020-2024 dan Australian Government's Humanitarian Strategy (2016).

Program Siap Siaga beroperasi di berbagai tingkatan untuk meningkatkan sistem penanggulangan bencana. Di tingkat nasional, program ini bekerja sama dengan BNPB, Bappenas, Kemendagri, Kemensos, dan Kemeniu, sementara ditingkat. provinsi dan kabupaten, SIAP SIAGA bekerja sama dengan instansi pemerintah dan juga organisasi masyarakat sipil.

Di tingkat daerah, program ini bekerja di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya